Luffy - One Piece sedekah ilmu

Pages

Banner 468 x 60px

 

Jumat, 10 Agustus 2012

0 komentar

TUTORIAL KONFIGURASI ROUTER OS DI PC

Karena konfigurasi Router OS di PC ini menggunakan Mikrotik, maka perlu diketahui bahwa Mikrotik adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Mikrotik Router OS, ini adalah Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Mikrotik Router Os sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil.

MikroTik RouterOS™, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Berikut ini contoh dari mikrotik dalam bentuk Routerboard, dengan tipe RB450 dan RB 750 :

1.      INFRASTRUKTUR ROUTER OS
 
2.      Copy Winbox  di laptop/PC yang dijadikan sebagai server
Seperti gambar dibawah ini.
          Connect To : 00:0C:42:72:C2:F7 à MAC Address dari Router OS
          Login : admin
          Password : dikosongkon (defaultnya)
          Kemudian klik CONNECT

3.      Setelah klik CONNECT, kemudian klik Interfaces
           Seperti gambar dibawah ini.
 
          Isi parameter-parameter nya.
          Name : eth1-INTERNET à Ingat terserah Anda mau menamakan apa.
          Klik Apply dan OK

4.      Kemudian tambah kan parameter pada ethernet lainnya.
           Seperti gambar dibawah ini.
          Isi parameter nya :
          Name : eth2-KELOMPOK3
          Klik Apply dan OK
 
5.      Kemudian ethernet 3 tidak perlu disetting
           Seperti gambar dibawah ini
          Isi parameter nya
          Name : ether3
          Klik Apply dan OK

6.      Setelah itu tampilan Interfaces nya seperti ini
7.      Setelah itu lanjutkan dengan konfigurasi Addresses nya
Klik di Addresses, seperti gambar dibawah ini.

          Masukkan parameternya
          Address : 192.168.3.1/24 à Sebagai gateway nya
          Network : 192.168.3.0
          Interface : eth2-LAN KELOMPOK3
          Klik Apply dan OK

 
8.      Setting IP address di laptop/PC kita secara manual/static sesuai dengan address yang dimasukkan didalam Router tadi
           Seperti gambar dibawah ini.
 
Pilih Internet Protocol Version4 (TCP/IP), klik OK

9.      Isi parameter nya menggunakan ip static
           Seperti gambar dibawah ini.
10.      Setelah dimasukkan IP address yang sesuai klik OK.
  Note : IP add dapat anda isikan sesuai jumlah client anda misalnya saja terdapat 8 client,
  maka IP nya dari 192.168.3.2 hingga 192.168.3.9
 
11.      Selanjutnya, klik IP pilih Firewall
             Seperti gambar dibawah ini.
 
12.      Pilih NAT
            Sepeti gambar dibawah ini

13.       Klik tanda “ + ”
             Akan tampil Seperti gambar dibawah ini
14. Pilih masquerade, Klik Apply dan OK , tujuan digunakan masquerade agar firewall pada network ini berfungsi layaknya seperti topeng, maksud topeng disini yaitu agar trafik dari luar tidak dapat mengenali trafik yang berasal dari interface dalam (yang menggunakan firewall). Sehingga fungsi dari mikrotik dapat dimaksimalkan.

15.  Kemudian lihat NAT Rule
16.      Isi parameter chain : pilih saja srcnat
            Out Interface : eth1-INTERNET
            Klik Apply dan OK


17.      Selanjutnya setting DNS nya agar bisa saling koneksi ke intenet
            Seperti gambar dibawah ini.
18.     Lakukan restart pada router dengan cara menekan New Terminal , kemudian
menggetikkan script system reboot, dan tekan Y

19.   Setelah selesai restart lakukan pengecekan dangan cara ping, masuk pada New
terminal ping pada gateway 192.168.3.1, ping pada DNS 113.212.116.34, kalo
terjadi replay brarti router udah OK.

[admin@rt/rw_2] > ping 192.168.3.1
113.212.116.34 byte ping: ttl=60 time=60 ms
113.212.116.34 byte ping: ttl=60 time=62 ms
113.212.116.34 byte ping: ttl=60 time=80 ms
113.212.116.34 byte ping: ttl=60 time=77 ms
113.212.116.34 byte ping: ttl=60 time=77 ms
8 packets transmitted, 8 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 60/73.5/80 ms

20.  Ketika tes ping telah dilakukan dan ternyata reply, maka percobaan Konfigurasi Router OS
       di PC telah berhasil.


SEMOGA BERMAFAAT

















Read more...

Kamis, 09 Agustus 2012

0 komentar

Konfigurasi VoIP Server di Ubuntu 11.10
Bengkel Applikasi Internet

Pada kesempatan kali ini kita akan memanfaatkan jasa Asterisk,, Asterisk itu sendiri merupakan software IP PBX untuk membuat sistem layanan komunikasi telepon melalui internet atau biasa disebut VoIP (Voice over Internet Protocol). Asterisk adalah software Open Source yang berjalan di linux. Asterisk juga memungkinkan komunikasi antar pengguna telepon regular dengan telepon berbasis sip (sip phones).


Berikut adalah langkah langkah yang dilakukan saat mengkonfigurasi Asterisk pada ubuntu 11.10 :
·        Buka terminal pada Ubuntu 11.10 anda.
·        Setelah selesai login, maka anda dapat menginstall Arterisk dengan menggunakan
          script :
          #apt-get install asterisk
·        Setelah selesai menginstall, maka anda dapat menggunakan script berikutnya, yaitu :
          #sudo /etc/asterisk/sip.conf


ketikkan baris berikut di bagian akhir file :

;add by ega
[221]
type=friend
context=ega
username=221
secret=221
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all


[222]
type=friend
context=ega
username=222
secret=222
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all


Keterangan :

[221]                    :  adalah context yang menjadi nomer extension untuk melakukan panggilan  
                               dan dipanggil
type=friend         :  adalah tipe standar (bisa melakukan panggilan dan dipanggil)
context=ega        :  adalah nama context yang akan dikenali pada dial plan
username=221    :  adalah username dari user
secret=221          :  adalah password yang digunakan oleh user said untuk login
host=dynamic     :  adalah host yang digunakan oleh user, dynamic berarti account dapat
      digunakan dari host mana saja

NOTE : Untuk menambahkan user lain, dapat dengan meng-copy-paste baris diatas kemudian isikan
context dan user yg berbeda untuk masing-masing user. Dari [221] sampai dengan [229] 
( Disini saya hanya menggunakan no extension [221] – [229] )

·         Setelah selesai, maka anda dapat melanjutkan dengan mengetikkan script :
           #sudo /etc/asterisk/extension.conf

ketikkan baris berikut di bagian akhir file:

;add by ega
[ega]
exten => 221,1,Dial(SIP/221,20)
exten => 221,2,Hangup()

exten => 222,1,Dial(SIP/222,20)
exten => 222,2,Hangup()

exten => 220,1,Playback(demo-echotest)
exten => 220,2,Echo
exten => 220,3,Playback(demo-echodone)



dimana:
[ega] :         adalah context yang mengatur semua user yang menggunakan context ega pada data account
exten :        adalah aturan di asterisk untuk menunjukkan nomor extension
221 :           adalah nomor extension yang bisa dihubungi
1-2 :            adalah prioritas action
Dial :          adalah aplikasi untuk men-dial
Hangup :    adalah aplikasi untuk mengakhiri koneksi
SIP :           adalah nama protokol yang digunakan dan untuk mengidentifikasi bahwa user berada di file sip.conf
221 setelah SIP/ : adalah nama context di sip.conf
20 :             adalah lamanya (sec) berdering saat terjadi pemanggilan oleh user yang lain

NOTE :     Dan langkah selanjutnya adalah membuat sembilan buah data account dan dial plan seperti diatas, extension 221 sampai dengan 229

  • Dan yang terakhir anda harus melakukan restart, dengan menggunakan script :
          #asterisk -rx “reload”

          Maka kedua user [221] dan [222] sudah dapat saling melakukan panggilan dengan
          menggunakan aplikasi softphone X-Lite yang ada pada PC.

 ·       Setelah anda selesai melakukan restart, maka PC anda sekarang sudah sebagai
          VoIP serverUntukmencobanya anda dapat menggunakan applikasi X-Lite. Pada
          applikasi ini cukup menyetting SIP accountnya dengan username 221 (untuk PC1 yang
          berperan sebagai CLIENT 1) dan 222 (untuk PC2 yang berperan sebagai CLIENT 2),
          password, serta alamat IP atau domain dimana asterisk diinstall. Setelah itu coba
          lakukan panggilan dari PC1 ke PC2 dengan cara mendial nomor 222 melalui PC1,
          dengan kata lain berarti terdapat 3 buah PC,, 2 PC sebagai CLIENT, dan yang 1 lagi
          sebagai VoIP servernya.
  • Berikut ini merupakan contoh gambar dari proses yang terjadi saat kita men-konfigurasi pada SIP Account pada X-Lite.


klik tombol (ceklis) pada bagian enabled, disebelah kiri atas, lalu tekan tombol properties, sehingga tampilan akan menjadi seperti dibawah ini.  

Gambar saat mengkonfigurasi X-Lite pada PC1 (CLIENT 1)

·         Contoh saat dilakukan pemanggilan antara PC Client 1 dengan PC client 2



  • Apabila proses yang anda lakukan telah serupa hasil nya dengan gambar diatas, alias echotest nya sudah terhubung (connect) maka sudah bisa dikatakan "Berhasil"







Read more...

Kamis, 12 Juli 2012

0 komentar
KONFIGURASI NAGIOS 3 PADA UBUNTU 11.10



Nagios merupakan suatu host dan service yang di design untuk memonitoring keadaan suatu jaringan atau bisa memonitoring masalah-masalah pada suatu host tertentu yang ingin kita monitoring. Nagios mengawasi host-host dan servis yang telah ditetapkan, memberi peringatan jika keadaan memburuk, dan memberi tahu kapan keadaan tersebut membaik.


Keistimewaan Nagios

ü  Memonitoring servis jaringan (SMTP, POP3, HTTP, NNTP, PING, dsb)
ü  Servis cek yang paralel
ü  Mendukung implementasi monitoring dengan host yang berlebih
ü  Web interface yang fakultatip untuk melihat status network, urutan masalah dan pemberitahuan, log file, dsb).
ü  Memonitoring sumber- sumber host (load prosesor, penggunaan disk, dsb)
ü  Desain plugin yang serderhana, yang mengijinkan pengguna untuk lebih mudah menggunakan pemeriksaan terhadap servisnya.
ü  Kemampuan untuk mendefinisikan kejadian yang ditangani selama servis / host berlangsung untuk mempermudah pemecahan masalah
ü  Perputaran file log yang otomatis


 Berikut adalah langkah langkah untuk menginstall Nagios 3 pada komputer atau laptop user,, perlu untuk diketahui " saya melakukan monitoring jaringan menggunakan Nagios 3 pada Laboraturium 234 kampus Politeknik Caltex Riau.

  • Pastikan apache pada PC anda sudah terinstal, jika belum bisa diinstall dengan script sebagai berikut : apt-get install apache2

  • Akan lebih baik jika kita melakukan Update (misal : pada repo PCR), dengan script sebagai berikut : apt-get update

  • kemudian install Nagios 3 dengan menggunakan script: apt get install Nagios3

Setelah proses install Nagios 3 selesai maka akan tampil kotak dialog seperti dibawah ini,, 




  • Jika langkah telah selesai, maka bisa lansung mengaksesnya pada browses yang ada (mozilla, google crome) ke http://localhost/nagios3 , maka akan muncul seperti dibawah ini.


  • apabila anda tidak login menggunakan password yang telah anda buat tadi, maka ketikkan scriptberikut ini pada terminal : sudo htpasswd -c /etc/nagios3/htpasswd.users nagiosadmin


  • kemudian masukkan password baru anda. misalnya seperti gambar dibawah ini.




dan password baru anda.

  • Setelah berkasil login maka tampilan nya akan seperti ini.



  • kembali ke terminal dan Ketikkan perintah: nano/etc/nagios3/conf.d/localhost_nagios2.cfg

jika anda ingin memonitoring 4 PC, maka anda cukup mengcopy mulai dari define host hingga tanda } kemudian paste kan tepat dibawah nya, hingga jumlah define host ada 4 buah. dan yang akan anda edit adalah mulai dari :

  • host_name : dari localhost diubah menjadi jartel1
  • alias : dari localhost menjadi nama pemilik PC misal, ary
  • address : dari 127.0.0.1 diubah menjadi IP add PC si ary tadi
  • lakukan perintah 1-3 untuk ketiga define host lainnya.

CONTOH :
# A simple configuration file for monitoring the local host
# This can serve as an example for configuring other servers;
# Custom services specific to this host are added here, but services
# defined in nagios2-common_services.cfg may also apply.
#

define host{
use generic-host ; Name of host template$
host_name jartel1
alias ary
address 172.16.30.2
}

define host{
use generic-host ; Name of host template$
host_name jartel2
alias noval
address 172.16.30.3
}

define host{
use generic-host ; Name of host template$
host_name jartel3
alias amin
address 172.16.30.5
}

define host{
use generic-host ; Name of host template$
host_name jartel4
alias haye
address 172.16.30.8
}


# Define a service to check the disk space of the root partition
# on the local machine. Warning if < 20% free, critical if
# < 10% free space on partition.

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel1
service_description Disk Space
check_command check_all_disks!20%!10%
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel2
service_description Disk Space
check_command check_all_disks!20%!10%
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel3
service_description Disk Space
check_command check_all_disks!20%!10%
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel4
service_description Disk Space
check_command check_all_disks!20%!10%
}


# Define a service to check the number of currently logged in
# users on the local machine. Warning if > 20 users, critical
# if > 50 users.

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel1
service_description Current Users
check_command check_users!20!50
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel2
service_description Current Users
check_command check_users!20!50
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel3
service_description Current Users
check_command check_users!20!50
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel4
service_description Current Users
check_command check_users!20!50
}

# Define a service to check the number of currently running procs
# on the local machine. Warning if > 250 processes, critical if
# > 400 processes.

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel1
service_description Total Processes
check_command check_procs!250!400
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel2
service_description Total Processes
check_command check_procs!250!400
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel3
service_description Total Processes
check_command check_procs!250!400
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel4
service_description Total Processes
check_command check_procs!250!400
}


# Define a service to check the load on the local machine.

define service{
use generic-service ; Name of service template to use
host_name jartel1
service_description Current Load
check_command check_load!5.0!4.0!3.0!10.0!6.0!4.0
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel2
service_description Current Load
check_command check_load!5.0!4.0!3.0!10.0!6.0$
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel3
service_description Current Load
check_command check_load!5.0!4.0!3.0!10.0!6.0$
}

define service{
use generic-service ; Name of servi$
host_name jartel4
service_description Current Load
check_command check_load!5.0!4.0!3.0!10.0!6.0$
}



a. tambahkan define hostgroup untuk ping
b. ubah members sesuai dengan nama host-host tetangga (yang kita monitoring).

CONTOH :
# Some generic hostgroup definitions

# A simple wildcard hostgroup
define hostgroup {
hostgroup_name all
alias All Servers
members jartel1,jartel2,jartel3,jartel4
}

# A list of your Debian GNU/Linux servers
define hostgroup {
hostgroup_name debian-servers
alias Debian GNU/Linux Servers
members jartel1,jartel2,jartel3,jartel4
}

# A list of your web servers
define hostgroup {
hostgroup_name http-servers
alias HTTP servers
members jartel1,jartel2,jartel3,jartel4
}

# A list of your ssh-accessible servers
define hostgroup {
hostgroup_name ssh-servers
alias SSH servers
members jartel1,jartel2,jartel3,jartel4
}

#A list of your ping-accessible servers
define hostgroup {
hostgroup_name ping-servers
alias ping servers
members jartel1,jartel2,jartel3,jartel4
}


  1. tambahkan define service untuk ping
  2. pada hostgroup-name dan service description adalah ping, check_command adalah
check_ping.

CONTOH :
define service {
hostgroup_name http-servers
service_description HTTP
check_command check_http
use generic-service
notification_interval 0 ; set > 0 if you want to be renotified
}

# check that ssh services are running
define service {
hostgroup_name ssh-servers
service_description SSH
check_command check_ssh
use generic-service
notification_interval 0 ; set > 0 if you want to be renotified
}

# check that ping services are running
define service {
hostgroup_name ping-servers
service_description ping
check_command check_ping
use generic-service
notification_interval 0 ; set > 0 if you want to be renotified
}

jika tampil [OK] maka anda sudah bisa melakukan monitoring

·         kembali ke browser http://localhost/nagios3 ,, pilih bagian MAP maka akan terlihat PC yang akan  
     dimontoring.


  • apabila kita meng-klik bagian hosts maka tampilan akan sebagai berikut :


contoh simple nya saja, di sini kita dapat melihat PC mana yang sedang ON dan OFF


  • apabila kita meng-klik bagian service maka tampilan akan sebagai berikut :




NOTE :
  • Apabila host host yang akan kita monitoring dalam keadaan mati (down) akan ada 2 kemungkinan status informasi nya pada Host Status :
1.      Critical – Host Unreachable
2.      PING CRITICAL – Packet loss = 100%
  • Apabila host host yang akan kita monitoring dalam keadaan  nyala (UP) maka status information  nya pada host status akan dinyatakan sebagai : PING OK – packet loss = 0%, dan dengan nilai RTA yang relatif.
Read more...